Sendratari “The Tales of Karangbolong” Sukses Dipentaskan di TMII

Sendratari kolosal "The Tales of Karangbolong" saat tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Foto: Pemkab Kebumen)
JAKARTA, pansela.co – Pertunjukan sendratari kolosal “The Tales of Karangbolong” berhasil menarik perhatian publik saat dipentaskan di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (12/4/2026). Pementasan yang mengangkat budaya pesisir selatan ini disaksikan lebih dari 600 penonton.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen yang menghadirkan warga Kebumen perantauan dari berbagai kota, seperti Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Bupati Kebumen Lilis Nuryani, unsur Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah, komunitas perantau Kebumen, serta pimpinan TMII.
BACA JUGA: Sentra Kulit Sukaregang Garut, Surga Belanja Produk Kulit Berkualitas di Indonesia
Berbeda dengan penampilan sebelumnya yang melibatkan lebih dari seratus penari, pementasan kali ini menampilkan 50 penari dengan konsep yang lebih ringkas, namun tetap mempertahankan kekuatan cerita dan visual.
Sendratari ini merupakan gagasan dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang mengembangkan karya dari tari kolosal Swardana Kabumian yang sebelumnya dipentaskan pada Kebumen Fest 2025.
![]() |
| Sendratari kolosal "The Tales of Karangbolong. (Foto: Pemkab Kebumen) |
Cerita dalam pertunjukan ini mengisahkan perjalanan Pangeran Surti dalam upaya menyembuhkan sang permaisuri dari kutukan. Ia melakukan pencarian sarang burung walet di kawasan pesisir selatan, dibantu Lutung Kasarung hingga akhirnya bertemu dengan sosok Nyi Roro Kidul. Karya ini juga telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Pangandaran Tembus 264.538 Saat Libur Nataru 2025/2026
Plt Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menyampaikan apresiasi atas penampilan tersebut. Ia menilai pementasan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan promosi budaya Jawa Tengah sepanjang 2026.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap karya generasi muda daerah.
“Sebagai seorang ibu, saya bangga melihat anak saya berkarya. Namun sebagai bupati, ini menjadi bukti potensi besar generasi muda Kebumen dalam mengemas budaya secara segar dan modern,” ujarnya.
BACA JUGA: Pandan Kuning Park Kebumen Dibuka untuk Umum Mulai Malam Tahun Baru
Ia juga menegaskan bahwa sektor budaya memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan pariwisata daerah. Pada libur Lebaran 2026, Kebumen mencatat angka kunjungan wisata yang tinggi di Jawa Tengah, dengan tiga destinasi masuk dalam sepuluh besar terpopuler.
![]() |
| Sendratari kolosal "The Tales of Karangbolong. (Foto: Pemkab Kebumen) |
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengajak masyarakat, khususnya warga perantauan, untuk berpartisipasi dalam Festival IWAKK Walet Emas 2026 yang akan digelar pada 26 April 2026 di Pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII. Kegiatan tersebut akan menampilkan kirab budaya, produk UMKM, serta kuliner khas daerah.
Pertunjukan ini mendapat sambutan positif dari penonton. Lulu Fadhilah, warga Bekasi asal Karanganyar, mengaku terinspirasi oleh pesan yang disampaikan dalam pertunjukan.
BACA JUGA: Wisata Religi Martaban Bulupitu Masuk dalam Kawasan Geopark Kebumen
Sementara itu, Khusnun Anillah, guru dari SMK Cinta Kasih Tzu Chi, membawa siswa dari Kalimantan Barat untuk mengenalkan budaya Indonesia secara langsung.
“Penampilannya sangat berkesan, seolah membawa kita kembali ke sejarah masa lalu. Saya berharap acara edukatif seperti ini bisa rutin diadakan,” ujar Febrika, penonton asal Bekasi.
Pementasan ini menjadi bagian dari upaya promosi budaya daerah sekaligus memperkuat posisi Kebumen sebagai salah satu daerah dengan potensi seni dan pariwisata yang berkembang di Jawa Tengah. ***

