Jejak Sejarah Lahirnya Kabupaten Cilacap: Dari Kerajaan hingga Kolonial
![]() |
| Kabupaten Cilacap. Sumber: Istimewa |
SEJARAH Cilacap berakar sejak masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa, mulai dari Mataram Hindu hingga era Surakarta. Pada penghujung kejayaan Majapahit (1294–1478), wilayah yang kelak menjadi Kabupaten Cilacap terbagi dalam beberapa kekuasaan.
Di antaranya wilayah Ki Gede Ayah dan Ki Ageng Donan yang berada di bawah Majapahit, kawasan Nusakambangan dan Adipati Pasir Luhur, serta bagian barat yang masuk pengaruh Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Setelah Pakuan Pajajaran runtuh akibat serangan Kesultanan Banten dan Cirebon pada 1579, wilayah timurnya diserahkan kepada Cirebon. Sejak itu, daerah cikal bakal Cilacap bagian timur berada di bawah Kerajaan Islam Pajang, sementara bagian barat menjadi wilayah Cirebon.
BACA JUGA: Menelusuri Sejarah Awal Kabupaten Gunungkidul Pasca Perang Diponegoro
Ketika Pajang digantikan oleh Kerajaan Mataram Islam di bawah Panembahan Senopati (1587), kawasan tersebut kemudian masuk dalam kekuasaan Mataram.
Catatan Belanda di Benteng Batavia tahun 1682 juga menyebut jalur darat dari Citarum menuju Bagelen, dengan daerah Dayeuhluhur dan Limbangan tercatat sebagai wilayah yang dilalui di kawasan Cilacap masa kini.
Masa Penjajahan Belanda dan Pembentukan Wilayah
Memasuki abad ke-19, pemerintah kolonial mulai menata administrasi di wilayah selatan Banyumas. Pada 17 Juli 1839, Gubernur Jenderal D. de Eerens menetapkan pembentukan Onder Afdeling Cilacap, sekaligus menempatkan seorang Asisten Residen di kota ini untuk memperkuat pengelolaan pemerintahan dan pengembangan pelabuhan.
Karena wilayah Banyumas Selatan dinilai terlalu luas, pada 27 Juni 1841 Patenschap Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan digabung dengan Distrik Adiraja untuk membentuk Onder Regentschap Cilacap. Pusat pemerintahan berada di Cilacap, dipimpin Asisten Residen sebagai kepala bestuur Eropa dan seorang Rangga sebagai pejabat pribumi.
Batas wilayah Distrik Adiraja kala itu membentang dari muara Sungai Serayu, menyusuri pegunungan hingga pesisir selatan, lalu kembali ke muara Serayu melalui garis pantai. Luas Onder Regentschap Cilacap pada masa ini bahkan lebih besar dibandingkan luas Kabupaten Cilacap sekarang.
Lahirnya Kabupaten Cilacap
Usulan peningkatan status Onder Regentschap Cilacap menjadi kabupaten diajukan Residen Banyumas Van de Moore pada 3 Oktober 1855. Usulan tersebut mendapat perhatian Pemerintah Hindia Belanda dan diteruskan kepada Menteri Kolonial di Belanda.
Setelah melalui proses persetujuan, termasuk menyangkut pembentukan organisasi pemerintahan pribumi dan penganggaran, akhirnya dengan Besluit Gubernur Jenderal tertanggal 21 Maret 1856 Nomor 21, Onder Regentschap Cilacap resmi ditingkatkan menjadi Regentschap atau Kabupaten Cilacap.
Sejak saat itu, Cilacap berdiri sebagai daerah otonom setingkat kabupaten dalam struktur pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Daftar Nama Bupati Cilacap
1. R. Tumenggung Tjakra Werdana II (1858-1873)
2. R. Tumenggung Tjakra Werdana III (1873-1875)
3. R. Tumenggung Tjakra Werdana IV (1875-1881)
4. R.M Adipati Tjakrawerdaya (1882-1927)
5. R.M Adipati Arya Tjakra Sewaya (1927-1950)
6. Raden Mas Soetedjo (1950-1952)
7. R. Witono (1952-1954)
8. Raden Mas Kodri (1954-1958)
9. D.A Santoso (1958-1965)
10. Hadi Soetomo (1965-1968)
11. HS. Kartabrata (1968-1974)
12. H. RYK. Moekmin (1974-1979)
13. Poedjono Pranyoto (1979-1987)
14. H. Mohamad Supardi (1987-1997)
15. H. Herry Tabri Karta, SH (1997-2002)
16. H. Probo Yulastoro, S.Sos, MM, M.Si (2002-2009)
7. H. Tatto Suwarto Pamuji (2011-2022)
