Menelusuri Sejarah Awal Kabupaten Gunungkidul Pasca Perang Diponegoro
![]() |
| Kabupaten Gunungkidul. (Foto: Istimewa) |
JEJAK lahirnya Kabupaten Gunungkidul dapat ditelusuri dari buku Peprentahan Praja Kejawen karya Mr. Raden Mas Suryodiningrat (1939). Dalam catatan itu disebutkan bahwa Gunungkidul berdiri pada tahun 1831, setahun setelah berakhirnya Perang Diponegoro. Pembentukan wilayah ini berlangsung bersamaan dengan penataan daerah-daerah di lingkungan Kasultanan Yogyakarta.
Kala itu, wilayah Gunungkidul berada di bawah pemerintahan pusat Yogyakarta dan dipimpin oleh seorang pejabat setingkat bupati dengan gelar Tumenggung. Ia bertugas sebagai wakil penguasa pusat untuk mengelola daerah, dengan dibantu pejabat-pejabat di tingkat bawah seperti Ronggo, Panji, Demang, dan Bekel. Sistem pemerintahan masih bersifat sederhana, namun sudah menunjukkan struktur hierarki yang jelas.
Hari Jadi dan Tokoh Perintis
Pada tahun 1984, sebuah tim khusus dibentuk untuk menelusuri hari jadi Kabupaten Gunungkidul. Melalui kajian sejarah, penelusuran arsip, serta masukan para tokoh dan pakar, ditetapkan bahwa Gunungkidul lahir pada Jumat Legi, 27 Mei 1831, bertepatan dengan 15 Besar Tahun Je 1758 dalam penanggalan Jawa.
Bupati pertama Gunungkidul adalah Mas Tumenggung Pontjodirjo. Pusat pemerintahannya mula-mula berada di Pati, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, dengan wilayah Kepanjen Semanu dipimpin oleh Panji Hardjodipuro. Dari sinilah roda pemerintahan awal Gunungkidul dijalankan.
Perpindahan Ibu Kota dan Perkembangan Pemerintahan
Seiring waktu, wilayah di sebelah barat Pati yang masih berupa hutan lebat, dikenal sebagai Alas Nongko Doyong, mulai dibuka. Pembukaan kawasan ini dipimpin Demang Piyaman Wonopawiro, menantu Panji Hardjodipuro, dengan semangat gotong royong masyarakat. Setelah kawasan tersebut berkembang, pusat pemerintahan dipindahkan dari Pati ke Wonosari, yang hingga kini menjadi ibu kota Kabupaten Gunungkidul.
Perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan terjadi setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950. Sejak saat itu, Gunungkidul memiliki lembaga legislatif dengan 22 anggota DPRD. Struktur pemerintahan pun semakin lengkap, seiring keberadaan dua daerah swapraja di Yogyakarta, yakni Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, dengan pembagian wilayah administratif berupa Kawedanan, Kapanewon, dan Kalurahan.
Daftar Lengkap Bupati Gunungkidul
Adapun sejak tahun 1831 hingga saat ini Kabupaten Gunungkidul telah memiliki 29 Bupati, secara berurutan sebagai berikut :
1. Mas Tumenggung Pontjodirjo
2. Raden Tumenggung Prawirosetiko
3. Raden Tumenggung Suryokusomo
4. Raden Tumenggung Tjokrokusumo
5. Raden Tumenggung Padmonegoro
6. Raden Tumenggung Danuhadiningrat (s.d Tahun 1901)
7. Raden Tumenggung Wiryodiningrat (Tahun 1901 – 1914)
8. Kanjeng Raden Tumenggung Judodiningrat (Tahun 1914– 1930)
9. Kanjeng Raden Tumenggung Pringgodiningrat (Tahun 1930 – 1935)
10. Kanjeng Raden Tumenggung Djojodiningrat (Tahun 1935 – 1944)
11. Kanjeng Raden Tumenggung Mertodiningrat (Tahun 1944 – 1945)
12. Kanjeng Raden Tumenggung Dirdjodiningrat (Tahun 1945 - 1946)
13. Kanjeng Raden Tumenggung Tirtodiningrat (Tahun 1946 – 1947)
14. Kanjeng Raden Tumenggung Suryaningrat (Tahun 1947 – 1949)
15. Kanjeng Raden Tumenggung Labaningrat (Tahun 1949 – 1952)
16. Kanjeng Raden Tumenggung Brataningrat (Tahun 1952 – 1955)
17. Kanjeng Raden Tumenggung Wiraningrat (Tahun 1955 –1958)
18. Prawirosuwignyo (Tahun 1958 -1959)
19. Kanjeng Raden Tumenggung Djojodiningrat, BA (Tahun 1959 – 1974)
20. Ir. Darmakum Darmokusumo (Tahun 1974 – 1984)
21. Drs. Kanjeng Raden Tumenggung Sosrohadiningrat (Tahun 1984 -1989)
22. Ir. Soebekti Soenarto (Tahun 1989 – 1994)
23. Kanjeng Raden Tumenggung Harsodiningrat (Tahun 1994 – 1999)
24. Drs.Kanjeng Raden Tumenggung Hardjohadinegoro dengan wakilnya Drs. Kanjeng Raden Tumenggung Hardjohadiningrat, MM (Tahun 1999 – 2004)
25. Suharto, SH dengan wakilnya Hj. Badingah, S.Sos (Tahun 2005 – 2010)
26. Prof. Dr. Ir. Sumpeno Putro, M.Sc dengan wakilnya Hj. Badingah, S.Sos (Tahun 2010)
27. Hj. Badingah, S.Sos dengan Wakilnya Drs. H. Immawan Wahyudi, MH (Tahun 2010 – 2021)
28. H. Sunaryanta dengan Wakilnya Heri Susanto, S.Kom., M.Si. (Tahun 2021- 2025)
29. Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. dengan Wakilnya Joko Parwoto, S. E., M.M. (Tahun 2025 - sekarang)
