Sedekah Kupat Dayeuhluhur, Tradisi Warisan Budaya Cilacap yang Bertahan Lebih dari 490 Tahun

Tradisi Sedekat Kupat di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. (Foto: cilacapkab.go.id) 

CILACAP, Pansela.co - 
Masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus menjaga tradisi Sedekah Kupat yang telah berlangsung selama lebih dari 490 tahun. Tradisi yang digelar setiap Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah ini menghadirkan rangkaian kegiatan pembuatan ketupat, parade gunungan, doa bersama, dan pembagian ketupat sebagai simbol kebersamaan warga.

Sedekah Kupat menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Dayeuhluhur yang memiliki nilai sejarah dan sosial. Tradisi ini memperkaya khazanah budaya Kabupaten Cilacap, yang dikenal memiliki beragam adat istiadat masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga membuat ketupat secara bersama-sama. Mereka kemudian menggantungkan ketupat di sejumlah lokasi, termasuk perbatasan desa. Masyarakat juga menyusun ketupat menjadi gunungan dengan beragam bentuk, seperti rumah dan hewan.

BACA JUGA: Sendratari “The Tales of Karangbolong” Sukses Dipentaskan di TMII

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari tradisi yang diyakini masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan upaya mengenang jejak para raja Pasundan. Setelah parade, warga melanjutkan kegiatan dengan doa bersama dan membagikan ketupat kepada masyarakat.

Kegiatan berbagi ketupat mencerminkan semangat gotong royong dan keharmonisan sosial yang terus dijaga masyarakat Dayeuhluhur. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga.

Keberadaan Sedekah Kupat menunjukkan kekayaan warisan budaya Kabupaten Cilacap. Tradisi tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya dan tradisi lokal.

BACA JUGA: Sentra Kulit Sukaregang Garut, Surga Belanja Produk Kulit Berkualitas di Indonesia

Pengembangan wisata budaya melalui Sedekah Kupat dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan sejarah, nilai sosial, dan kekayaan tradisi Dayeuhluhur kepada masyarakat yang lebih luas. Pelestarian tradisi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap dikenal dan diwariskan.

Masyarakat bersama pemerintah daerah diharapkan terus mendukung keberlangsungan Sedekah Kupat dan berbagai tradisi lokal lainnya. Upaya tersebut penting untuk menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat dan daerah Kabupaten Cilacap. (salmaaliya) ***

Diberdayakan oleh Blogger.