Ratusan Warga Desa Kedungwaru Bersama Sukarelawan Bergotong-Royong Perkuat Tanggul Sungai Lukulo

Warga bersama sukarelawan bahu membahu mengisi sandbag dengan material untuk memperkuat tanggul Sungai Lukulo, Minggu (11/10/2026). Sumber: BPBD Kebumen

KEBUMEN, Pansela.co - 
Guna mengurangi risiko longsor dan banjir menjelang musim hujan, ratusan warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen bersama dengan sukarelawan bergotong royong memperkuat tanggul kritis Sungai Lukulo, Minggu (11/10/2026).

Derasnya arus sungai yang berkelok-kelok layaknya ular itu menggerus tebing hingga mengancam kawasan permukiman.Warga bahu membahu mengisi geobag dan sandbag dengan tanah, memasang patok batang pohon kelapa serta ribuan batang bambu utuk memperkuat bantaran sungai.

Aksi kerja bakti tersebut  melanjutkan penanganan awal yang telah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen.

BACA JUGA: Semarak Hari Santri 2026, PCNU Purworejo Bantu Khitan Gratis Tiga Santri

Sekretaris Desa Kedungwaru, Trisno Subekti menjelaskan bahwa pemerintah desa dan kecamatan sebelumnya mengajukan penanganan kepada BBWS Serayu Opak. Usulan tersebut mencakup penataan alur sungai melalui metode sodetan serta pembangunan talut untuk memperkuat tebing dan mengurangi gerusan arus.

Karena belum bisa terlaksana, yang bisa dilakukan adalah pemindahan Sebagian material tanah dari tebing sisi utara ke sisi selatan. Sebanyak tiga ekskavator dan satu buldoser dari BBWSSO dan DPUPR Kebumen dikerahkan untuk mendukung pekerjaan tersebut.

Setelah pekerjaan alat berat, warga melanjutkan penguatan secara mandiri dengan memasang 130 batang glugu dengan tinggi sekitar lima meter serta patok dari bambu ampel. Warga juga menyiapkan 550 geobag dan sandbag untuk untuk memperkuat bagian tanggul.

"Saat ini kami masih pengajuan lagi, karena sudah hampir terisi semua," ujar Trisno.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada instansi terkait dan masyarakat yang bergotong royong menangani kawasan rawan tersebut.

Bergotong royong memperkuat tanggul Sungai Lukulo, Minggu (11/10/2026). Sumber: BPBD Kebumen

Ancaman Longsor

Penguatan tanggul menjadi perhatian setelah longsor terjadi di bantaran Sungai Lukulo, tepatnya di RT 01 RW 01 Desa Kedungwaru. Arus Sungai Lukulo menggerus tebing dan meningkatkan ancaman terhadap lingkungan serta permukiman di sekitarnya.

Kondisi sungai yang menikung di sekitar lokasi membuat penguatan sisi timur menjadi salah satu fokus warga. Mereka berharap perlindungan tersebut dapat mengurangi tekanan arus terhadap tanggul dan mencegah kerusakan meluas saat debit sungai meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Bagus Priyanto, mengatakan penanganan menyasar tebing sungai sepanjang sekitar 350 meter dengan tinggi tujuh meter. Penguatan menggunakan geobag dan sandbag diharapkan meningkatkan keamanan kawasan bantaran.

Menurut Bagus, terdapat 12 kepala keluarga yang terdampak ancaman di kawasan tersebut dan sempat menjalani relokasi. Penguatan tanggul diharapkan dapat mengurangi risiko terhadap rumah warga.

BACA JUGA: Satgas Pangan Cek Harga Beras di Kebumen, Pasokan dan Stok Dipastikan Mencukupi

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kebumen Suru Iryawan mengatakan 30 organisasi relawan ikut terlibat dalam gotong royong untuk memperkuat tanggul. Kegiatan itu melibatkan berbagai organisasi yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana.

“Partisipasi relawan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim penghujan," ujar Suru dari unsur SAR Tunas Kelapa didampingi Koordinator Bagana Kebumen, Tobroni.

Rey Herawati, warga setempat mengapresiasi dukungan pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam penanganan bantaran Sungai Lukulo. Ia berharap penguatan tanggul dapat memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, terutama ketika hujan meningkatkan debit dan arus air. (PDM)

Diberdayakan oleh Blogger.