Mukab IX Kadin Kulon Progo Dorong Sinergi Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Musyawarah Kabupaten IX KAdin Kulon Progo di Hotel Novotel. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
KULON PROGO, Pansela.co - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX di Hotel Novotel, Rabu (11/2/2026). Forum tersebut mengusung tema “Sinergi Kadin Kulon Progo dan Pemerintah Daerah untuk Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal” sebagai upaya memperkuat kolaborasi dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
Mukab IX tidak hanya menjadi agenda evaluasi organisasi dan pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2031, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempertegas posisi Kadin sebagai mitra utama pemerintah dalam menghadapi dinamika investasi dan transformasi ekonomi.
Ketua Kadin Kulon Progo, Kuswadi, menegaskan bahwa organisasi harus bergerak lebih profesional dan terbuka terhadap berbagai peluang usaha. Ia menyebut penguatan UMKM, integrasi rantai pasok produk lokal, serta optimalisasi potensi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai prioritas utama.
“Kadin Kulon Progo harus tampil lebih profesional dan inklusif. Kami memiliki agenda konkret, mulai dari penguatan UMKM hingga memaksimalkan peluang ekonomi dari keberadaan YIA,” ujar Kuswadi.
Ia menambahkan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi membutuhkan kepastian regulasi dari pemerintah sekaligus partisipasi aktif pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing daerah.
Pembangunan Infrastruktur Harus Diikuti Penguatan Ekonomi Lokal
Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY, Syahbenol Hasibuan, menyampaikan pandangan serupa. Ia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur, termasuk YIA, harus diikuti penguatan ekonomi lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di wilayah sendiri.
“Pelaku usaha lokal, UMKM, dan industri kreatif harus menjadi tuan rumah di daerahnya. Tantangan ekonomi hijau dan digitalisasi menuntut kita untuk adaptif,” tegasnya.
Syahbenol juga menyoroti sejumlah potensi strategis, seperti kawasan industri Sentolo, jalur selatan, serta pengembangan pertanian organik berbasis ekspor yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah strategis Kadin. Ia menggambarkan Kulon Progo sebagai wilayah yang terus berbenah, baik dari sisi infrastruktur maupun iklim investasi.
Peluang Rencana Pengembangan Embarkasi Haji Melalui YIA
Menurut Bupati, salah satu peluang besar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha adalah rencana pengembangan embarkasi haji melalui YIA, termasuk pembangunan asrama haji berbasis hotel.
“Kadin perlu mengambil peran dalam sektor transportasi, perhotelan, serta pengadaan jasa pendukung lainnya. Ini peluang ekonomi yang harus kita manfaatkan bersama,” kata Agung.
BACA JUGA: Rembuk Tani di Grabag, Menko Pangan Pastikan Irigasi dan Distribusi Pupuk Berjalan Optimal
Ia berharap kepengurusan Kadin yang baru mampu menghadirkan visi yang tajam dan inovatif guna mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan secara lebih dinamis.
Mukab IX Kadin Kulon Progo diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat kolaborasi investasi, meningkatkan daya saing UMKM, serta mengoptimalkan potensi strategis daerah demi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.