Rembuk Tani di Grabag, Menko Pangan Pastikan Irigasi dan Distribusi Pupuk Berjalan Optimal
![]() |
| Menko Pangan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Purworejo. Dok. Kemenko Pangan |
Bendung Irigasi Siwatu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 960 hektare. Saat ini, bendung tersebut tengah direhabilitasi berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.
Pengelolaan irigasi dilakukan secara terpadu oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tani Agung. Kerja sama tersebut mencakup perencanaan, operasional, pemeliharaan, hingga distribusi air ke tingkat petani.
BACA JUGA: Monitoring Nataru 2026, Pemkab Purworejo Temukan Kenaikan Harga Cabai hingga 46 Persen
Pada hari yang sama, Menko Bidang Pangan juga menghadiri Rembuk Tani di Dusun XI Tunggulrejo, Kecamatan Grabag. Forum ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan petani untuk menyerap aspirasi terkait ketersediaan pupuk, benih, serta sistem distribusi hasil panen sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Pemerintah Pangkas Aturan Pupuk Bersubsidi
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari petani. Suparjo, petani sekaligus Kepala Desa Roworejo, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti persoalan di lapangan, khususny
a terkait distribusi pupuk bersubsidi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Zulkifli Hasan. Keluhan dan usulan petani soal distribusi pupuk langsung ditindaklanjuti melalui penyederhanaan regulasi," ujar Suparjo.
BACA JUGA: Stabilkan Harga, Kebumen Gelar Gerakan Pangan Murah di 106 Desa Mulai Pekan Kedua Ramadan
Pemerintah sebelumnya telah memangkas aturan pupuk bersubsidi yang dinilai berbelit dan sulit diterapkan. Selain itu, sejak 22 Oktober 2025, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk empat jenis pupuk, yakni Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan pupuk organik.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi pertanian, memperluas akses petani terhadap pupuk, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
