Krisis Air Bersih Kebumen Meluas, BPBD Sudah Salurkan 1,5 Juta Liter Air

Warga antusias menerima bantuan air bersih dari Pemkab Kebumen. (Foto: BPBD Kebumen).
KEBUMEN, Pansela.com - Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan 337 tangki air bersih dengan total volume sekitar 1.515.000 liter kepada warga yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau 2026. Hingga 17 September 2026, bantuan gratis tersebut telah menjangkau 14 kecamatan, 46 desa, 22.655 kepala keluarga (KK), atau sekitar 72.408 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, mengatakan distribusi air bersih mulai dilakukan sejak awal Agustus 2026. Pemerintah daerah terus mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air untuk menentukan kebutuhan penyaluran berikutnya.
Program tersebut mendapat pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen serta dukungan donasi. Setiap tangki membutuhkan biaya operasional sekitar Rp417.000 untuk proses distribusi.
Bantuan air bersih juga menyasar Dukuh Watu Pundutan, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam. Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung proses penyaluran di lokasi tersebut pada Jumat (18/9/2026), setelah sebelumnya mengecek kondisi Jembatan Klanthong.
BACA JUGA: Pantai Trisik Dibersihkan, Pemkab Kulon Progo Dorong Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata
Warga menyambut kedatangan armada pengangkut air dengan mengantre menggunakan berbagai wadah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Air tersebut terutama digunakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari.
Nasini, warga RT 04 RW 01 Dukuh Watu Pundutan, mengatakan pasokan dari bantuan air bersih sangat membantu warga. Namun, ia menyebut wilayahnya baru menerima dropping sebanyak tiga kali.
“Ini untuk masak dan lain-lain paling hanya cukup sehari. Kalau tidak dapat bantuan dropping, terpaksa kami harus ambil air dari hutan,” ujar Nasini.
BACA JUGA: Wakaf Produktif Pondok Pesantren Nurmadu Kulon Progo Berbuah Melon Premium Hidroponik
Bupati Lilis Nuryani turut menyerahkan bantuan air secara langsung kepada warga. Ia memastikan masyarakat tidak perlu membayar untuk mendapatkan distribusi air bersih dari pemerintah.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Kebumen memberikan dropping air. Semoga bermanfaat ya, Bu. Tahun ini ada 14 kecamatan dan 46 desa yang kami bantu. Kemarin dari Desa Clapar meminta bantuan air bersih, dan alhamdulillah ini gratis, ya, tidak ada pungutan sama sekali. Semua gratis demi masyarakat,” tegas Bupati Lilis.
Pantau Wilayah Krisis Air
Pemkab Kebumen menyatakan akan melanjutkan pemantauan terhadap daerah yang mengalami kekurangan air sepanjang musim kemarau. Pemerintah mengarahkan distribusi berdasarkan kondisi dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
BACA JUGA: Kejari Purworejo Geledah Kantor Perumda Aneka Usaha, Sita Dokumen Dugaan Penyalahgunaan Keuangan
Dengan cakupan sementara mencapai 14 kecamatan dan 46 desa, program dropping air bersih menjadi salah satu upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pemantauan lapangan juga akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan selanjutnya, sehingga distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekurangan air masih berlangsung. ***