Hiu Tutul 6 Meter Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul, Mati dan Dikuburkan

Bangkai hiu tutul yang mati setelah terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul sesaat sebelum dikuburkan, Minggu (18/10/2026).  

BANTUL, Pansela.co 
– Seekor hiu tutul sepanjang sekitar enam meter ditemukan terdampar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/10/2026) pagi. Petugas gabungan dan warga sempat berupaya mengembalikan satwa laut tersebut ke habitatnya, tetapi terkendala ukuran tubuh hiu dan kondisi air laut yang surut. Hiu itu akhirnya mati dan dikuburkan di tepi pantai.

Hiu paus tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB di sebelah selatan ikon Pantai Parangkusumo. Anggota Pos SAR Parangtritis Ditpolairud Polda DIY menerima laporan dari seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi bersama SAR Linmas Wilayah III menggunakan kendaraan Utility Task Vehicle (UTV) untuk memeriksa kondisi satwa.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan petugas berkoordinasi dengan SAR Linmas Wilayah III dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY guna menentukan langkah penanganan.

"Petugas bersama SAR Linmas dan masyarakat telah berupaya mendorong hiu tutul tersebut agar kembali ke tengah laut. Namun, karena ukuran ikan yang cukup besar dan kondisi air laut yang mulai surut, upaya tersebut belum berhasil," kata Rita.

BACA JUGA: Hiu Paus Tutul 6 Meter Mati Terdampar di Pantai Tanggulangin Kebumen

Petugas dan warga berulang kali berusaha mendorong hiu tutul menuju perairan yang lebih dalam. Namun, ukuran tubuh satwa yang besar serta surutnya air laut menyulitkan proses penyelamatan.

Setelah upaya tersebut tidak membuahkan hasil, petugas melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Upaya Penyelamatan Terkendala  

Komandan Satlinmas Rescue Istimewa Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, mengatakan tim telah mengupayakan penyelamatan sebelum hiu tutul tersebut akhirnya mati.

"Upaya sudah maksimal, kondisi laut dan ukuran satwa menjadi kendala dalam proses penyelamatan. Akhirnya mati dan kita kubur di wilayah pinggir pantai," ungkap Arif.

BACA JUGA: TMMD di Desa Redin Bangun Jalan Penghubung hingga Rehap Mushola

Setelah hiu tutul mati, petugas menguburkan bangkai satwa tersebut di kawasan pinggir pantai. Penanganan sebelumnya melibatkan unsur SAR, kepolisian, masyarakat, dan koordinasi dengan BKSDA DIY.

Rita mengimbau masyarakat agar tidak mendekati bangkai hiu maupun melakukan penanganan secara mandiri.

"Masyarakat yang berada di sekitar lokasi diimbau untuk menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap hiu tutul tersebut, serta mengikuti arahan petugas yang berada di lokasi," katanya. (PDM)

Diberdayakan oleh Blogger.