Mengenal Tradisi Sedekah Laut di Pantai Pasir Kecamatan Ayah Kebumen dan Filosofi di Baliknya

Para sesepuh desa melakukan ritual dalam tradisi sedekah laut di Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen, Jumat (16/10/2026). Sumber: Hari Satria Wibowo
KEBUMEN, Pansela.co - Nelayan dan warga di Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, menggelar tradisi sedekah laut, Jumat (16/10/2026). Ritual tahunan ini menjadi wujud kebersamaan masyarakat pesisir sekaligus ungkapan doa untuk keselamatan nelayan dan kelancaran rezeki saat melaut.
Warga mengikuti kegiatan dengan membawa nasi kenduri untuk disantap bersama. Mereka berkumpul di Pantai Pasir di bawah gubuk bambu beratap daun kelapa atau klari yang dibangun secara gotong royong.
Penyelenggara mempertahankan bentuk gubuk tradisional tersebut secara turun-temurun. Nelayan menggunakan tiang bambu dari kawasan sekitar dan daun kelapa sebagai atap untuk melindungi peserta dari terik matahari selama ritual berlangsung.
BACA JUGA: Bupati Purworejo Hadiri JT CUP 3 di Wonosuko, Dorong Pembinaan Atlet Voli Muda
Penggunaan bahan alami itu juga menyimpan makna tentang kerja keras dan kebersamaan. Warga bergotong royong menyiapkan bahan hingga mendirikan gubuk sebagai tempat berkumpul dalam rangkaian sedekah laut.
Ritual diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Warga memanjatkan doa untuk memohon keselamatan nelayan saat melaut serta keberkahan rezeki bagi keluarga mereka.
Setelah doa bersama, tokoh adat memimpin prosesi pelarungan sesaji ke laut. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembakaran gubuk bambu secara bersama-sama.
BACA JUGA: Wisatawan Asing Makin Banyak Gunakan Kereta, Kutoarjo Catat 1.325 Pelanggan WNA
Prosesi pembakaran gubuk memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat setempat. Tradisi tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa rezeki yang diperoleh dari laut pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan menyejahterakan keluarga.
Sedekah laut TPI Pasir tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga ruang bagi warga untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga warisan budaya pesisir. (HRI)